Disini

Disini say, tapi aku tak sendiri. Banyak yang menemani namun tanpa kata. Dibiarkan begitu saja.
Banyak seliweran kata dalam layar menjadi temanku. Dia yang terbaik walau tak selalu ada. Karena dia juga butuh mengistirahatkan diri.
Aku disini say, namun tak mengerti dimanakah aku ini?
Merasa salah tempat, namun tak punya daya untuk berbuat apa-apa.
Derap langkah yang mengitari aku, banyak sekali namun tak sekalipun mengajakku ikut serta. Aku di belakang, ditinggalkan. Aku di depan, mereka melambat. Aku disamping, hanya sekedar dianggap angin yang membentuk raga manusia.
Aku disini say, namun tak pernah memproduksi ekspresi. Senyum canggung yang akan keluar. Atau pun tawa palsu yang menghiasi lelucon yang tertuju padaku.
Berkonyol ria sekarang bukanlah aku lagi, aku mrnjadi lain. Aku bukan aku lagi. Karena aku tak tau. Apa sebenarnya mauku.
Tapi satu yang kutahu say, aku akan tetap berada disini. Menunggu sesuatu yang tak pasti. Tapi yang kutau dia ada. Tersembunyi di balik bayangan-bayangan hitam yang dengan tega membuatku menghitam.
Jadi, yang kurasa bukanlah duka. Namun kehampaan.

Comments

Popular Posts